RODA

Jalan Tol Trans Jawa Mahal – Benarkah?

Beberapa waktu lalu banyak sekali linimasa yang membahas tentang betapa mahalnya jalan tol Trans Jawa yang membentang dari Jakarta hingga Surabaya (setau saya). Ada yang bilang mahal, ada yang bilang biasa aja (sesuai harga) tentunya ada saja pro dan kontra.

Saya jadi ingin ikut membahas dari sudut pandang saya. Sekitar bulan lalu saya akhirnya merasakan juga jalan tol Trans Jawa, kali ini dalam rangka pulang kampung ke Pekalongan, kota kelahiran saya. Berawal dari pintu tol Cempaka Putih, hingga exit kota Batang, jawa tengah.

Sebenarnya bisa sangat cepat waktu tempuhnya, tapi karena kondisi jalan tol di seputaran bekasi yang tetap macet saja, maka cepatnya perjalanan tidak terlalu terasa. Perjalanan terasa cepat saat sudah melewati cikampek, benar-benar bebas hambatan, nyetir santai pun terasa cepat karena memang jalanan lancar jaya. Jadi kesimpulan sementara saya secara waktu tempuh dengan adanya tol ini sangat menguntungkan, sangat mempersingkat waktu.

Dari segi biaya, nah… ini yang bakal jadi pertimbangan. Dengan menggunakan mobil sendiri, biaya tol yang dibutuhkan adalah sekitar Rp. 500.000 (pp – kurang lebih, komanya ga apal). Bensin sekitar Rp. 300,000 (pp) belum termasuk jalan-jalan di Pekalongan. Makan dan mungkin jajan, anggaplah Rp. 200.000 Jadi perkiraan total biaya pulang pergi Jakarta – Pekalongan adalah Rp. 1.000.000. Dengan menggunakan mobil sendiri, pulang sendiri maupun bertiga atau berlima biayanya tetap sama, catat ya.

Saya ingin membandingkan jika pulang sendiri ke Pekalongan dengan menggunakan moda kereta api. Jika menggunakan kereta api kelas Ekonomi biayanya Rp. 140.000, kelas bisnis Rp. 300.000 dan kelas Eksekutif Rp. 375.000. Jika pulang pergi maka harga tersebut di kali dua. Jika menggunakan moda kereta eksekutif rentang biayanya tidak terlalu jauh dengan biaya jika naik mobil sendiri, bedanya tentu jika naik kereta kita tidak capek mengemudi, minusnya di kota tujuan jadi ga punya kendaraan buat jalan-jalan. Jika menggunakan moda kereta ekonomi (yang sekarang ternyata juga sudah nyaman) tentunya rentang biayanya jadi jauh sekali. Rp. 280.000 berbanding Rp. 1.000.000. Selisih biayanya masih bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Tapi ini berbeda jika ternyata saat pulang jumlah rombongan 3 atau 4 orang, tentu selisihnya sedikit dibandingkan dengan menggunakan kendaraan sendiri.

Kesimpulan saya, biaya tol mahal atau murah relatif tergantung kepentingan saat kita melakukan perjalanan. Saya tidak bisa memukul rata kemudian menyimpulkan bahwa biaya Tol murah atau mahal jika ternyata jumlah rombongan, jumlah barang bawaaan juga berbeda jumlahnya.

Jika pulang sendiri dan barang bawaan tidak banyak, pilihlah moda transportasi kereta, murah dan nyaman (relatif). Jika jumlah barang bawaan banyak, atau jumlah orang banyak mungkin menggunakan mobil sendiri patut di pertimbangkan, biayanya bisa di bagi rata tentunya juga akan terasa ringan.

Jadi, tol Trans Jawa mahal atau murah?